KOMODITAS PERUSAHAAN TEMPAT PI
PT EAST WEST SEED INDONESIA merupakan produsen benih yang terletak di desa Tugumukti,Cisarua,Lembang,Bandung Barat.PT ini telah didirikan 20 tahun yang lalu oleh perusahaan belanda yaitu PT ENZA ZADEN.Kini EAST WEST SEED telah menjadi perusahaan grop yang berada di Asia Tenggara.Diantara grop tersebut antara lain:
1.PT EAST WEST SEED THAILAND
2.PT EAST WEST SEED FILIPHINA
3.PT EAST WEST SEED VIETNAM
4.PT EAST WEST SEED INDONESIA
Kini komoditas yang di telah di produksi telah banyak menyumbangkan banyak kemajuan bagi petani Indonesia.Diantara komoditas tersebut adalah cabai,buncis,bawang merah,tomat,bunga kol,timun, dan lain-lain.
Proses produksi benih di mulai dari penyemaian ,penanaman ,pemeliharaan ,panen ,sortasi ,ekstraksi ,pengepakan benih dan pemasaran benih.Sebelum dilakukan pemasaran benih,benih terlebih dahulu di budidayakan oleh perusahaan dan di cari keunggulan dan kelemahan dari benih tersebut.Dalam proses pemeliharaan tanaman dilakukan pula polinasi yaitu selfing dan crossing.Tujuan dari selfing adalah untuk mendapatkan benih murni (benih yang sifatnya sama dengan induknya).Crossing bertujuan untuk mendapatkan benih unggul.
Jadi perusahaan ini akan memasarkan benih apabila sudah mendapatkan benih yang memiliki sifat unggul.
PENANGANAN QUALITY CONTROL PERUSAHAAN TEMPAT PI
Untuk mendapatkan benih yang unggul perusahaan melakukuan budidaya yang intensif dan berkelanjutan dengan pengawasan dari para breeder.Untuk memperoleh tanaman induk yang unggul sifatnya breeder melakukan seleksi tanaman seminggu sekali dengan cara membuang atau membunuh tanaman yang tidak masuk dalam criteria.
Ketika sudah diperoleh tanaman induk yang unggul sifatnya kemudian di uji lagi ketahanan terhadap hama maupun penyakit dan kemampuan berproduksi.Setelah lolos keduanya benih siap di keluarkan ke pasaran tetapi di uji lagi oleh departemen PDS.hasil uji department PDS menentukan benih layak keluar ke pasaran dan menjadikan benih yang mendapatkan sertifikat dari dinas ke Penanganan Quality Qontrol
Quality Control Proses Produksi di Laboratorium
1. QC Sortasi Benih
2. QC Embrio
3. QC Gudang / QC Kategori
4. QC Stabilitas Suhu Ruang Pemanas Benih
5. QC Sortasi Kecambah
6. QC Pengemasan

1. QC Sortasi Benih

A. Pemungutan/Pengumpulan Benih
Kegiatan pemungutan benih tidak kalah pentingnya dengan pemilihan sumber benih,
karena bila pemungutan benih dilakukan dengan tidak benar maka akan diperoleh benih
dengan mutu yang jelek. Semua usaha yang dilakukan untuk mencari sumber benih yang baik
akan percuma bila pengumpulan benih tidak dilakukan dengan cara yang benar. Untuk itu
perlu juga adanya suatu regu khusus untuk pengambilan benih karena pekerja kontrak
biasanya kurang memperhatikan mutu benih mereka hanya melihat jumlahnya saja. Berikut
ini diterangkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan dalam kegiatan
pengumpulan benih.
1. Yang perlu dilakukan sebelum benih dikumpulkan
• Tentukan waktu pengumpulan benih. Setiap jenis pohon memiliki masa berbuah
tertentu untuk itu mengetahui masa berbunga atau berbuah perlu dilakukan sehingga
waktu panen yang tepat dapat ditentukan dengan tepat pula. Tanda-tanda buah masak
perlu diketahui sehingga buah yang dipetik cukup masak (masak fisiologis).
• Siapkan alat yang dibutuhkan untuk pengumpulan benih
2. Cara pengumpulan benih
Benih yang dikumpulkan dipermukaan tanah
Benih yang dikumpulkan dipermukaan tanah seringkali mutunya tidak sebaik yang
dikumpulkan langsung dari pohon, benih akan hilang daya kecambahnya jika terkena sinar
matahari (benih yang rekalsitran), benih akan terserang hama/penyakit dan benih yang
berkecambah.
Benih yang dikumpulkan langsung dari pohon.
Pengambilan dengan cara ini yaitu, benih yang sudah masak dipetik langsung dengan
bantuan galah/tangga, cabang yang jauh dapat ditarik dengan tali/kait kayu.
Pengambilan juga dapat dilakukan dengan cara diguncang. Pengambilan dengan cara ini
dapat menggunakan terpal/ plastik untuk menampung benih yang jatuh.
Mutu benih yang dikumpulkan dengan cara ini sangat baik, karena dapat memilih buah
yang betul-betul matang. Setelah benih dikumpulkan dimasukkan kedalam wadah untuk
dibawah ketempat pengolahan.
3. Beri label identitas
Setiap wadah berisi buah / polong harus diberi label agar identitas benih tetap
diketahui.
4. Penyimpanan sementara
Bila tidak mungkin untuk untuk langsung mengekstrasi biji, simpanlah wadah yang
berisi buah/polong ditempat yang kering dan dingin dengan ventilasi udara yang baik. Jangan
meletakkan wadah langsung dilantai, tetapi beri alas kayu sehingga memungkinkan peredaran
udara dibawah wadahya, dengan demikian bagian bawahnya tidak lembab.
B. Penanganan Benih Setelah Dikumpulkan
Penanganan benih harus dilakukan dengan baik, agar mutu benih dapat dipertahankan.
Kegiatan penanganan benih meliputi : Sortasi buah/polong, ekstrasi benih, pembersihan
benih, sortasi benih, pengeringan benih.
a. Sortasi buah/ polong
Sortasi buah/ polong merupakan kegiatan pemisahan buah/polong yang susah
masak dari yang belum/kurang masak, kemudian dimasukkan kedalam wadah yang
terpisah.
b. Ekstrasi benih
Ekstrasi benih adalah proses pengeluaran benih dari buahnya/polongnya. Cara
ekstrasi berbeda-beda tergantung dari jenis pohon, dapat dilakukan dengan bantuan
alat dan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan benih.
• Benih dari buah berdaging
Buah yang berdaging dibuang pericarp buahnya dengan cara merendam buah
tersebut dalam air, sehingga daging buahnya mengembang sedang bijinya
mengendap.
• Benih dari buah kering
Benih dijemur dipanas matahari, contohnya : polong-polongan dari Leguminoceae,
kerucut dari Coniferae, capsule dari Eucaliptus, dsb. Sehingga terbuka.
c. Pembersihan dan sortasi benih
Benih yang sudah diekstrasi masih mengandung kotoran berupa sekam, sisa
polong, ranting, sisa sayap, daging buah, tanah dan benih yang rusak, harus dibuang
untuk meningkatkan mutunya. Ada dua cara sederhana untuk membersihkan benih
yaitu:
1). Cara sederhana : manual dengan tampi/nyiru atau menggunakan saringan.
2). Cara mekanis : menggunakan alat peniup benih (seed blower)
setelah pembersihan jika dirasa perlu dilakukan sortasi benih untuk memilih benih
sesuai dengan ukuran.
d. Pengeringan benih
Benih yang baru diekstrasi biasanya mengandung kadar air yang cukup tinggi,
untuk itu perlu dikeringkan sebelum benih-benih itu disimpan (tetapi tidak semua
benih biasa dikeringkan).
Kadar air untuk masing-masing benih berbeda-beda, misalnya ada benih-benih
yang dikeringkan sampai kadar air rendah sehingga dapat disimpan lama, benih-benih
ini disebut benih yang ortodoks, contohnya: akasia, kayu besi, salawaku, gamal, dll.
Sebaliknya ada benih yang tidak dapat dikeringkan dan tidak dapat disimpan lama.
benih-benih ini disebut benih yang bersifat rekalsitran seperti: meranti, damar,
mahoni, dll.
C. Penyimpanan Benih
Perlakuan yang terbaik pada benih ialah menanam benih atau disemaikan segera setelah
benih-benih itu dikumpulkan atau dipanen, jadi mengikuti cara-cara alamiah, namun hal ini
tidak selalu mungkin kareana musim berbuah tidak selalu sama, untuk itu penyimpanan benih
perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan benih saat musim tanam tiba.
Tujuan penyimpanan
– menjaga biji agar tetap dalam keadaan baik (daya kecambah tetap tinggi)
– melindungi biji dari serangan hama dan jamur.
– mencukupi persediaan biji selama musim berbuah tidak dapat mencukupi
kebutuhan.
Ada dua faktor yang penting selama penyimpanan benih yaitu, suhu dan kelembaban udara.
Umumnya benih dapat dipertahankan tetap baik dalam jangka waktu yang cukup lama, bila
suhu dan kelembaban udara dapat dijaga maka mutu benih dapat terjaga. Untuk itu perlu
runag khusus untuk penyimpanan benih.
Untuk benih ortodoks
Benih ortodoks dapat disimpan lama pada kadar air 6-10% atau dibawahnya. Penyimpanan
dapat dilakukan dengan menggunakan wadah seperti : karung kain, toples kaca/ plastik,
plastik, laleng, dll. Setelah itu benih dapat di simpan pada suhu kamar atau pada
temperature rendah “cold storage” umumnya pada suhu 2-5oC.
Untuk benih rekalsitran
Benih rekalsitran mempunyai kadar air tinggi, untuk itu dalam penyimpanan kadar air benih
perlu dipertahankan selama penyimpanan. Penyimpanan dapat menggunakan serbuk gergaji
atau serbuk arang. Caranya yaitu dengan memasukkan benih kedalam serbuk gergaji atau
arang.
D. Teknik Perkecambahan
Selama penyimpanan benih-benih dalam keadaan dormansi (tidur) dan pelu dilakukan
perlakuan sebelum di kecambahkan. Benih dikatakan dormansi apabila benih itu sebenarnya
hidup (viable) tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan lingkungan
yang memenuhi syarat bagi perkecambahan dan periode dormansi ini dapat berlangsung
semusim atau tahunan tergantung pada tipe dormansinya.
Ada beberapa tipe dari dormansi dan kadang-kadang lebih dari satu tipe terjadi didalam
benih yang sama. Di alam, dormansi dipatahkan secara perlahan-lahan atau disuatu kejadian
lingkungan yang khas. Tipe dari kejadian lingkungan yang dapat mematahkan dormansi
tergantung pada tipe dormansi.
Benih yang dorman dapat menguntungkan atau merugikan dalam penanganan benih.
Keuntungannya benih yang dorman adalah dapat mencegah agar tidak berkecambah selama
penyimpanan. Sesungguhya benih-benih yang tidak dorman seperti benih rekalsitran sagat
sulit untuk ditangani, karena perkecambahan dapat terjadi selama pengangkutan atau
penyimpanan sementara. Di suatu sisi, apabila dormansi sangat kompleks dan benih
membutuhkan perlakuan awal yang khusus, kegagalan untuk mengatasai masalah ini dapat
bersifat kegagalan perkecambahan.
Tipe Dormansi
Ada beberapa tipe dormansi, yaitu dormansi Fisik dan dormansi Fisiologis.
Dormansi Fisik
Pada tipe dormansi ini yang menyebabkan pembatas struktural terhadap perkecambahan
adalah kulit biji yang keras dan kedap sehingga menjadi penghalang mekanis terhadap
masuknya air atau gas pada berbagai jenis tanaman. Yang termasuk dormansi fisik adalah:
a. Impermeabilitas kulit biji terhadap air
Benih-benih yang menunjukkan tipe dormansi ini disebut benih keras contohnya seperti
pada famili Leguminoceae, disini pengambilan air terhalang kulit biji yang mempunyai
struktur terdiri dari lapisan sel-sel berupa palisade yang berdinding tebal, terutama
dipermukaan paling luar dan bagian dalamnya mempunyai lapisan lilin.
Di alam selain pergantian suhu tinggi dan rendah dapat menyebabkan benih retak
akibat pengembangan dan pengkerutan, juga kegiatan dari bakteri dan cendawan dapat
membantu memperpendek masa dormansi benih.
b. Resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio
Pada tipe dormansi ini, beberapa jenis benih tetap berada dalam keadaan dorman
disebabkan kulit biji yang cukup kuat untuk menghalangi pertumbuhan embrio. Jika kulit
ini dihilangkan maka embrio akan tumbuh dengan segera. Tipe dormansi ini juga
umumnya dijumpai pada beberapa genera tropis seperti Pterocarpus, Terminalia,
Eucalyptus, dll ( Doran, 1997). Pada tipe dormansi ini juga didapati tipe kulit biji yang
biasa dilalui oleh air dan oksigen, tetapi perkembangan embrio terhalang oleh kekuatan
mekanis dari kulit biji tersebut. Hambatan mekanis terhadap pertumbuhan embrio dapat
diatasi dengan dua cara mengekstrasi benih dari pericarp atau kulit biji.
Panitia Implementasi Program NFP-FAO Regional Maluku & Maluku Utara
Pelatihan Penanaman Hutan di Maluku & Maluku Utara – Ambon, 12 – 13 Desember 2007 6
c. Adanya zat penghambat
Sejumlah jenis mengandung zat-zat penghambat dalam buah atau benih yang mencegah
perkecambahan. Zat penghambat yang paling sering dijumpai ditemukan dalam daging
buah. Untuk itu benih tersebut harus diekstrasi dan dicuci untuk menghilangkan zat-zat
penghambat.
Dormasi fisiologis (embrio)
Penyebabnya adalah embrio yang belum sempurna pertumbuhannya atau belum matang.
Benih-benih demikian memerlukan jangka waktu tertentu agar dapat berkecambah
(penyimpanan). Jangka waktu penyimpanan ini berbeda-beda dari kurun waktu beberapa hari
sampai beberapa tahun tergantung jenis benih. Benih-benih ini biasanya ditempatkan pada
kondisi temperatur dan kelembaban tertentu agar viabilitasnya tetap terjaga sampai embrio
terbentuk sempurna dan dapat berkecambah (Schmidt, 2002).
Perlakuan Awal Dormansi Fisik
Kebanyakan jenis dari famili leguminosae menunjukkan dormansi fisik, yang disebabkan
oleh struktur morfologis dari kulit biji yang rumit. Kondisi kedap air kulit biji legum relatif
dalam arti bahwa bermacam-macam jenis, bermacam-macam tingkatan kemasakan dan
bermacam-macam individu menunjukkan tingkat ketahanan terhadap penyerapan air
(imbibisi) yang berbeda.
Bebagai macam metode telah dikembangkan untuk mengatasi tipe dormansi ini, semua
metode menggunakan perinsip yang sama yakni bagaimana caranya agar air dapat masuk dan
penyerapan dapat berlangsung pada benih.
Teknik skarifikasi pada berbagai jenis benih harus disesuaikan dengan tingkat
dormansi fisik. Berbagai teknik untuk mematahkan dormansi fisik antara lain seperti:
a. Perlakuan mekanis (skarifikasi)
Perlakuan mekanis (skarifikasi) pada kulit biji, dilakukan dengan cara penusukan,
pengoresan, pemecahan, pengikiran atau pembakaran, dengan bantuan pisau, jarum, kikir,
kertas gosok, atau lainnya adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi dormansi fisik.
Karena setiap benih ditangani secara manual, dapat diberikan perlakuan individu sesuai
dengan ketebalan biji. Pada hakekatnya semua benih dibuat permeabel dengan resiko
kerusakan yang kecil, asal daerah radikel tidak rusak (Schmidt, 2002).
Seluruh permukaan kulit biji dapat dijadikan titik penyerapan air. Pada benih legum,
lapisan sel palisade dari kulit biji menyerap air dan proses pelunakan menyebar dari titik ini
keseluruh permukan kulit biji dalam beberapa jam. Pada saat yang sama embrio menyerap
air. Skarifikasi manual efektif pada seluruh permukaan kulit biji, tetapi daerah microphylar
Panitia Implementasi Program NFP-FAO Regional Maluku & Maluku Utara
Pelatihan Penanaman Hutan di Maluku & Maluku Utara – Ambon, 12 – 13 Desember 2007 7
dimana terdapat radicle, harus dihindari. Kerusakan pada daerah ini dapat merusak benih,
sedangkan kerusakan pada kotiledon tidak akan mempengaruhi perkecambahan.
b. Air Panas
Air panas mematahkan dormansi fisik pada leguminosae melalui tegangan yang
menyebabkan pecahnya lapisan macrosclereids. Metode ini paling efektif bila benih direndam
dengan air panas. Pencelupan sesaat juga lebih baik untuk mencegah kerusakan pada embrio
karena bila perendaman paling lama, panas yang diteruskan kedalam embrio sehingga dapat
menyebabkan kerusakan. Suhu tinggi dapat merusak benih dengan kulit tipis, jadi kepekaan
terhadap suhu berfariasi tiap jenis.
Umumnya benih kering yang masak atau kulit bijinya relatif tebal toleran terhadap
perendaman sesaat dalam air mendidih.
c. Perlakuan kimia
Perlakuan kimia dengan bahan-bahan kimia sering dilakukan untuk memecahkan
dormansi pada benih. Tujuan utamanya adalah menjadikan agar kulit biji lebih mudah
dimasuki oleh air pada waktu proses imbibisi. Larutan asam kuat seperti asam sulfat dengan
konsentrasi pekat membuat kulit biji menjadi lunak sehingga dapat dilalui air dengan mudah.
Larutan asam untuk perlakuan ini adalah asam sulfat pekat (H2SO4) asam ini
menyebabkan kerusakan pada kulit biji dan dapat diterapkan pada legum maupun non legume
(Coppeland, 1980). Tetapi metode ini tidak sesuai untuk benih yang mudah sekali menjadi
permeable, karena asam akan merusak embrio. Lamanya perlakuan larutan asam harus
memperhatikan 2 hal, yaitu:
1). kulit biji atau pericarp yang dapat diretakkan untuk memungkinkan imbibisi
2). larutan asam tidak mengenai embrio.
PENANGANAN LIMBAH PERUSAHAAN TEMPAT PI
Di PT EAST WEST SEED ini penanganan limbah dilakukan dengan beberapa cara sesuai dengan limbah yang dihasilkan.Limbah yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah limbah dari hasil pembongkaran lahan seperti mulsa,polibag,plastic screen,tanaman hasil bongkaran,hasil panen yang tidak layak untuk dikonsumsi dan botol pestisida.
Untuk limbah plastic screen dan mulsa biasanya langsung dibakar.Untuk limbah polibag,jika polibag masih layak digunakan biasanya dicuci kemudian digunakan lagi tapi jika sudah tidak layak digunakan langsung dibakar.
Untuk limbah botol pestisida biasanya digunakan untuk perangkap lalat dengan diolesi grumor dan diletakan diantara tanaman atau di tepi screen.Untuk limbah tanaman hasil bongkaran biasanya dimsukan dalam karung kemudian dibuang ke kompos atau langsung dibuang ke kompos.Biasanya ada juga yang langsung dibakar.
Untuk limbah hasil panen,jika hasil panen tersebut layak dikonsumsi biasanya di bagikan kepada karyawan atau di jual ke pasar tapi jika tidak layak dikonsumsi di buang ke kompos atau langsung dibakar.

HRD DAN STANDAR PEGAWAI PERUSAHAAN TEMPAT PI
Untuk standar pegawai dari perusahaan ini tergantung dari jabatan yang diduduki oleh orang tersebut.Untuk pegawai harian yang bekerja di perusahaan ini minimal harus lulusan SD dan lulus tes yang diberikan oleh perusahaan ini,jika diterima maka akan diterima sebagai pegawi kontrak yang di kontrak selama 3 bulan.Jika kerjanya bagus maka orang tersebut akan di panggil lagi untuk mengikuti tes wawancara dan di kontrak lagi selama 3 bulan dan begitu seterusnya.
Untuk pegawai bulanan/pegawai tetap perusahaan ini minimal harus lulusan SMP,lulus tes yang diberikan perusahaan dan minimal sudah bekerja di perusahaan ini minimal 5 tahun.Untuk jabatan mandor minimal pendidikan diploma 3 dan lulus tes dari perusahaan.
Untuk orang yang menduduki jabatan mandor biasanya tidak langsung diterima sebagai pegawai tetap tapi diterima sebagai kontrak yang di kontrak selama 2 tahun,jika orang tersebut kerjanya bagus maka setelah 2 tahun baru di tetapkan sebagai pegawai tetap.Untuk standar bekerja di perusahaan ini adalah 5 hari kerja yang setiap harinya bekerja selama 8 jam dengan jam istirahat 1,5 jam.
Serta 1. HRD
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.
Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab :

1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection

a. Persiapan
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan / forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya.
Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.

b. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.

c. Seleksi tenaga kerja / Selection
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.

2. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation

Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.

3. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection

kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya yang telah diterangkan pada artikel lain pada situs organisasi.org ini.

2. Syarat dan Ketentuan Bekerja di PT.EAST WEST SEED

Product Development Support Supervisor (PDS Spv)

Requirements:
* Male, age min 21 years old
* Having min 1 years experience in the same field but fresh graduated are welcome
* Hold S1 Degree Agriculture from reputable university (min GPA: 2.75).
* Has knowledge of the crops, familiar with various cultivation methods and has market geared knowledge
* Statistic analysis and trial design skill
* Good communication, dynamic, and confidence
* Computer / MS Office literature
* Fluently English both oral & written
* Have SIM A or SIM C
* Will be placed at Blitar and Lampung

Interested persons should submit their applications. Within 24 November 2008 include your detail CV, salary expectation, qualification and experience, GPA and Essay title together with academic documents and a recent photograph to:

PT. EAST WEST SEED INDONESIA
HUMAN RESOURCES DEPARTMENT
Po Box 1 – Campaka Purwakarta 41181 Jawa Barat
Or email to: recruitment@ewsi.co.id

Staff Accounting & Finance (Code: FA)
Requirements:

* Male
* Single
* Min Education D3/S1 Accounting (Fresh Graduate ) preferably having 1 year working experience
* MS Office literate
* Accounting Software literate
* Proficiency in English
* Autonomous, creative , good communication skill & having ability to analyze
* Having Brevet A & B certificate

Send your application letter, CV, latest photograph dan telephone number and state the position code on the upper left corner of the envelope or email subject to:

HR DEPARTEMEN
PO. BOX I CAMPAKA PURWAKARTA 41181
or by Email : recruitment@ewsi.co.id

PRODUK HASIL OLAH DAN SASARAN PEMAKAI LOKAL EKSPORT/IMPORT PERUSAHAAN TEMPAT PI
PT EAST WEST SEED INDONESIA merupakan perusahaan penghasil benih yang sudah bersertifikat.Benih yang dihasilkan adalah benih F1 yang unggul.Benih tersebut diantaranya benih sawi,benih cabai,benih tomat,benih jagung,benih pakcoy.Benih yang dihasilkan di dapat dari indukan yang sudah diseleksi.Idukan dipilih dari benih yang unggul kemudian diseleksi,disemai,dibudidayakan dan di cari keunggulannya.
Sasaran perusahaan,dengan melalui jasa pengiriman produk-produk/benih-benih yang telah di kemas di kirim ke tempat-tempat yang telah dipercaya perusahaan kemudian di pasarkan ke tempat-tempat tersebut yaitu daerah sekitar perusahaan,kota-kota besar di jawa seperti Jakarta,Bandung,DIY,Semarang,Surabaya dan Luar pulau jawa serta ekspor keluar negeri sepertyi thaiwan,belanda,singapura.Konsumen juga bias memesan langsung dari perusahaan.

SISTEM PEMASARAN PRODUK PERUSAHAAN TEMPAT PI
System pemasaran di perusahaan ini yaitu dengan cara mengirimkan benih kepada pelanggan.Para pelanggan dapat memesan benih yang dibutuhkan melalui telepon atau fax. Pemasaran dilakukan dengan system pengiriman atau datang langsung ke perusahaan.Kini pemasaran sudah meluas hampir seluruh Indonesia antara lain:Jakarta,semarang,Surabaya,bandung,Palembang,Jogjakarta dan lain-lain.Bahkan sampai di impor ke luar negeri dan Sistem Pemasaran Menggunakan Sistem Kemitraan

(1) Sistem kemitraan yang diterapkan oleh PT. East West Seed Indonesia dengan petani adalah sistem subkontrak, yang dituangkan dalam surat kontrak kerjasama, mencakup volume biji, harga jual benih, standar mutu benih dan juga waktu penyetorannya
(2) Penggunaan biaya produksi usahatani mentimun OP melalui kemitraan dengan PT. East West Seed Indonesia di Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember adalah efisien
(3) Pendapatan usahatani mentimun OP bermitra dengan PT. East West Seed Indonesia adalah menguntungkan
(4) Urutan faktor-faktor yang. menjadi prioritas petani untuk melakukan kemitraan dengan PT. East West Seed Indonesia adalah:
(1) pendapatan yang tinggi (15.21%);
(2) jaminan pasar (14.45%);
(3) sistem pembayaran (14.26%);
(4) jaminan modal (13.21%);
(5) bimbingan teknis budidaya (12.26%);
(6) bimbingan teknis pasca panen (11.31%);
(7) ketersediaan saprodi (11.22%);
(8) keterbukaan pihak pengusaha (8.08%).
POLA KERJASAMA ANAK BINAAN PERUSAHAAN TEMPAT PI
Cabang-cabang PT EAST WEST SEED INDONESIA yaitu
1.east west seed cabang purwakarta merupakan pusat dari perusahaan east west seed Indonesia yang merupakan tempat R&D untuk dataran rendah dan juga sebagai tempat pengolahan benih terakhir ( packing )
2.east west seed cabang lembang merupakan anak perusahaan yang bergerak pada bidang R&D sayuran untuk dataran tinggi
3.east west seed cabang wanayasa merupakan anak perusahaan yang bergerak pada bidang R&D sayuran untuk dataran menengah
4.east west seed cabang jember merupakan anak perusahaan yang bergerak pada bidang produksi benih yang bekerja sama dengan petani polinasi untuk menghasilkan benih F1 yang selanjutnya benih akan di kirim ke purwakarta untuk pengemasan (packing).
Perusahaan ini juga melakukan kerjasama dengan yayasan yang ada di daerah Lembang.Yayasan tersebut digunakan untukmelakukan promosi terhadap para petani dengan cara mengadakan ekspo.Ekspo tersebut diadakan setiap setahun sekali pada bulan april.Perusahaan ini juga melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah yaitu dengan cara membantu para siswa untuk menambah pengalaman dan belajar berwirausaha dalam program PI(Praktek Industri)
KEPEDULIAN MASYARAKAT SEKITAR TEMPAT PI
Kepedulian PT EAST WEST SEED terhadap masyarakat sekitar yaitu dengan memberikan lapangan kerja terhadap masyarakat sekitar diantaranya dengan memperkerjakan masyarakat sekitar.Kepedulian juga di berikan kepada karyawan dengan cara:membagikan hasil panen kepada karyawan jika hasil panen tersebut layak dikonsumsi,menjenguk karyawan yang sakit,pada bulan puasa mengadakan buka bersama di perusahaan,memberikan penghargaan kepada karyawan yang sudah bekerja lebih dari 15 tahun setiap 5 tahun sekali.